*SUMEDANG PEMBAHARUAN RAKYAT NEWS* - Di tengah cuaca teriknya wilayah Tomo, Kabupaten Sumedang, terdapat sudut teduh yang menjadi tempat pengungsi warga. Deretan warung sederhana yang berdiri di bantaran Sungai Cimanuk, tepatnya di Desa Karyamukti, Kecamatan Tomo, menyuguhkan suasana berbeda: adem, tenang, dan merakyat.
Dari kejauhan, warung-warung berbahan kayu dan bambu itu tampak sederhana. Beratapkan seng dan terpal, beralaskan tanah yang teduh oleh rindangnya pohon-pohon besar. Namun justru itulah yang menjadi daya tarik utamanya. Di belakang warung, aliran Sungai Cimanuk mengalir pelan, menghadirkan suara gemericik udara yang menenangkan.
Pantauan di lokasi, Kamis (16/10), beberapa warung tampak buka melayani pengunjung. Ada yang menjual mie ayam bakso, kopi hitam, hingga gorengan dan minuman dingin. Pengendara yang melintas di jalur Tomo - Cirebon kerap mampir untuk sekadar melepas penat sambil menikmati semilir angin sungai.
"Enak di sini, adem. Kalau siang-siang panas, ngopi di sini sambil lihat sungai rasanya tenang," ujar seorang pengunjung yang enggan disebutkan namanya.
Keberadaan warung di Bantaran Sungai Cimanuk ini bukan hanya soal kuliner, tapi juga soal stimulus ekonomi warga lokal. Warung-warung tersebut dikelola langsung oleh masyarakat Desa Karyamukti. Di balik kelemahannya, ada harapan ekonomi keluarga yang menggantung.
Selain menjadi tempat istirahat, lokasi ini memiliki potensi wisata yang besar. Dengan pengaturan yang sedikit lebih baik dan dukungan dari pemerintah desa maupun Kabupaten Sumedang, kawasan bantaran Cimanuk di Karyamukti ini bisa menjadi destinasi wisata kuliner tepi sungai yang ikonik di Sumedang Timur.
Apalagi lokasinya yang mudah dijangkau, berada di pinggir jalan utama dan dikelilingi pepohonan rindang, membuat suasana begitu asri. Pada suatu hari, pantulan cahaya matahari di permukaan Sungai Cimanuk menambah keindahan tersendiri bagi siapa saja yang duduk di saung bambu warung tersebut.
Warga berharap, pemerintah tidak memandang warung-warung ini hanya sebagai bangunan liar di bantaran sungai, melainkan sebagai potensi ekonomi kreatif dan wisata berbasis masyarakat yang perlu dibina.
Jika dikelola dengan konsep wisata yang bersih, aman, dan tetap menjaga kelestarian sungai, bukan tidak mungkin Karyamukti akan dikenal sebagai kampung kuliner tepi Sungai Cimanuk.
*Dari Bantaran Sungai ke Warga*
Di tengah gempuran modernisasi kafe dan restoran mewah, warung tepi Sungai Cimanuk di Karyamukti ini mengingatkan kita bahwa kebahagiaan kadang-kadang menyebar duduk di tikar pandan, menyeruput kopi, dan mendengarkan aliran sungai
*Catatan Redaksi:* Foto ilustrasi warung tepi Sungai Cimanuk, Desa Karyamukti, Kec. Tomo, Kab. Sumedang.










0 Comments:
Posting Komentar